Sabtu, 09 September 2017

Literasi yang sederhana....

Selamat pagi anak-anakku..mari kita berdoa kemudian menyanyikan lagu Indonesia raya...anak-anakku sekalian 15 menit kedepan kita melaksanakan literasi program gemar membaca,karena membaca adalah jendela dunia.Pagi ini kita mulai, ada yang membawa buku cerita silakan dibaca bila tdk ada baiklah ibu yang akan membacakan cerita.Semoga kalian dapat menyimak dan mengerti maksud dari cerita yang ibu baca.Anak-anakku sekalian kegiatan pembiasaan literasi kita sudah berakhir ibu berharap kalian senang mangumpulkan buku, bisa memahami dan menceritakanya.bisa juga kalian membaca puisi dan segala macam bacaan yang sangat kaya ilmu dan filosofinya....ayo semangat membaca. Bagi jauh di Pedalaman,di Lembah bahkan pesisir bukan suatu kendala bila tidak ada perpustakaan dan sumber bacaan pengalaman dan pengetahuan guru yang handal mampu menyulap cerita berbagai cerita dan aneka bentuk Literasi..salam literasi dan semangat buat anak-anak yang jauh dari kota pasti bisa...karena gurumu cerdas dan handal

Tak bermakna

Saling tiada percaya Yang satunya menipu Saling ingin mengabaikan Yang satunya ingin keuntungan Saling menonjolkan kekayaan Yang satunya apa adanya Saling menyakiti Yang satunya merasa bahagia.... Saling mendoakan. Yang satunya menyimpan bara.. Oh dunia....tak bisa di mengerti..

Sabtu, 30 Mei 2015

Perempuan - perempuan favoritku

Senyuman manis.....tatapan binar penuh persaudaraan ,lenggang yang kuat ,punggung yang kokoh dan hati yang tulus kau beda dengan perempuan masa kini,perempuan yang hidup tergantung kekuatan listrik,jarang aku mendengar kalian bergosip,hidup kalian adalah pengabdian pada keluarga, kalian tak peduli kecewa atau bahagia yang penting hidup ini terus berjalan. Perempuan -perempuan favoritku.....ku ingin menjadi seperti kalian yang bisa menyimpan rahasia badai dan bahagia tampa emosi .Kalian adalah kekayaan hati yang alami... Saat suami - suami pergi dengan waktu yang tak pasti karena mencari nafkah,kalian relakan diri,jiwa demi anak- anak,alam menjadi kehidupanmu tampa pernah mengeluh, bahkan ketika sebagian suami hanya menghabiskan waktu berkumpul,cerita karena panen belum tiba ,kalian malah tersenyum dan tetap melayani dengan ikhlas ...piring-piring diatas meja makan tertata indah seperti meja makan di hotel berbintang,piring suami ,gelas suami lebih besar dari yangl ainnya....betapa bahagiannya dan relanya dirimu melayani suami,anak- anak dalam kesederhanaan yang yang menurutku sangat eksklusif. Perempuan- peerempuan favoritku,tetaplah seperti itu karena dari kalian aku belajar banyak tentang kerelaan....karena di hatiku ,disampingku terlalu banyak emosi yang menuntut penghargaan atas cinta,kesetaraan, penghormatan dan masih banyak lagi istilah- istilah modern lainnya yang justru ketika ditarik garis- garis singgung dari semua itu malah hasilnya lebih membingungkan dan jauh dari kedamaian.Maka tetaplah kerelaan itu kuambil sehingga penghormatan,cinta ,kesetaraan dan istilahl ainnya mungkin bisa ku gapai.semoga.....

Sabtu, 16 Agustus 2014

Detak Jantung...

Semua selalu seperti kemarin,teringat masa-masa kecilku dulu..tak terasa waktu telah lama berlalu,tanganMu yang rapuh masih tetap kuat dihati kami...Dekapan sayangMu ciuman kasihMu terasa hangat di jantung hati kami..Jarak yang jauh membuat kami tak berarti ,Tuhan setiap detak jantungku hanya ada pelindung dan semangatku..kini di usia yang ke 72 Tahun..mulai sakit-sakitan,...Ya Allah ijinkan aku memohon dengan segenab hatiku....hanya Engkau yang tahu doa--doaku...Ya Allah Kabulkan keingingan hatiku ...amin.

Selasa, 07 Mei 2013

Pendidikan oh nasibmu

Pendindikan Nasional yang menginginkan siswa berkompeten ternyata tidak didukung oleh fakta khususnya di sebagian besar  Wilayah indonesia...Sistem Pendidikan kita hanya berlaku bagi sebagaian masyalrakat yang memeliki tingkat kemapanan ekonomi sebab pendidikan sendiri sangat mahal...Seorang siswa harus memeliki perlengkapan sekolah ,buku-buku pelajaran juga waktu yang luang untuk belajar. Sementara di sebagian daerah masih banyak siswa yang tidak punya buku bahkan waktu belajar karena masih membantu orang tua mencari nafkah.

      Banyak faktor yang membuat pendidikan kita  semakin merosot..Pengaruh globalisasi telah menghancurkan pendidikan siswa-siswa yang tidak mampu menghadapi dunia persaingan .Para pakar hanya meneliti dan berbicara pendidikan secara umum,target secara umum padahal pendidikan diharapkan mampu membentuk karekter bangsa.,kararkter warga negara yang terdiri dari macam-macam karakter ...dan terkadang kita lupa bagaimana karakter itu terbentuk. Setiap orang atau siswa memliki karakteristik yang berbeda.harusnya para pemikir pendidikan  mencari solusi dengan tidak mengabaikan karakteristik siswa ,kemampuan siswa kemudian diklasifikasikan ..kategori A,B,C dan sebagainya sehingga test atau ujian yang dijalankan sesuai dengan klasifikasi tersebut karena setiap anak memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda....

      Masih banyak faktor  yang membuat  pendidikan kita merosot karena persaingan guru sendiri, tidak ada batasan dan aturan yang jelas dalam sekolah .Kepala sekolah memiliki hak otonomi atas  pembagian tugas tampa melihat kwalitas gurunya membuat faktor yang tersembunyi dalam kemajuan pendidikan .

     Dan masih banyak hal-hal kecil lain yang mempunyai pengaruh besar pendidikan Indonesia yang mungkin tidak terlihat oleh pakar-pakar pendidikan.dan sebagian kecil kita bangga karena keberhasilan pendidikan tetapi sebagian besar kita harus akui masih jauh....jauh....dari tujuan pendidikan itu sendiri.