Pendindikan Nasional yang menginginkan siswa berkompeten ternyata tidak didukung oleh fakta khususnya di sebagian besar Wilayah indonesia...Sistem Pendidikan kita hanya berlaku bagi sebagaian masyalrakat yang memeliki tingkat kemapanan ekonomi sebab pendidikan sendiri sangat mahal...Seorang siswa harus memeliki perlengkapan sekolah ,buku-buku pelajaran juga waktu yang luang untuk belajar. Sementara di sebagian daerah masih banyak siswa yang tidak punya buku bahkan waktu belajar karena masih membantu orang tua mencari nafkah.
Banyak faktor yang membuat pendidikan kita semakin merosot..Pengaruh globalisasi telah menghancurkan pendidikan siswa-siswa yang tidak mampu menghadapi dunia persaingan .Para pakar hanya meneliti dan berbicara pendidikan secara umum,target secara umum padahal pendidikan diharapkan mampu membentuk karekter bangsa.,kararkter warga negara yang terdiri dari macam-macam karakter ...dan terkadang kita lupa bagaimana karakter itu terbentuk. Setiap orang atau siswa memliki karakteristik yang berbeda.harusnya para pemikir pendidikan mencari solusi dengan tidak mengabaikan karakteristik siswa ,kemampuan siswa kemudian diklasifikasikan ..kategori A,B,C dan sebagainya sehingga test atau ujian yang dijalankan sesuai dengan klasifikasi tersebut karena setiap anak memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda....
Masih banyak faktor yang membuat pendidikan kita merosot karena persaingan guru sendiri, tidak ada batasan dan aturan yang jelas dalam sekolah .Kepala sekolah memiliki hak otonomi atas pembagian tugas tampa melihat kwalitas gurunya membuat faktor yang tersembunyi dalam kemajuan pendidikan .
Dan masih banyak hal-hal kecil lain yang mempunyai pengaruh besar pendidikan Indonesia yang mungkin tidak terlihat oleh pakar-pakar pendidikan.dan sebagian kecil kita bangga karena keberhasilan pendidikan tetapi sebagian besar kita harus akui masih jauh....jauh....dari tujuan pendidikan itu sendiri.
