Pergerakan Budi Utomo
https://docs.google.com/document/d/1CPIAuz2keXG69S3neP64KVT9QxRn_m8FYk3p_kYtrLk/edit?usp=sharing
Nilai dan Semangat Budi Utomo dan Sumpah Pemuda
https://drive.google.com/file/d/12wtptShzIvNCHlPVJ92WANReBO5LZCni/view?usp=sharing
Pergerakan Budi Utomo
https://docs.google.com/document/d/1CPIAuz2keXG69S3neP64KVT9QxRn_m8FYk3p_kYtrLk/edit?usp=sharing
Nilai dan Semangat Budi Utomo dan Sumpah Pemuda
https://drive.google.com/file/d/12wtptShzIvNCHlPVJ92WANReBO5LZCni/view?usp=sharing
Peran Perjuangan Pemuda dalam Organisasi Kepemudaan Peristiwa sejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28
Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.Sumpah Pemuda merupakan babak baru bagi perjuangan bangsa Indonesia karena perjuangan yang bersifat lokal
kedaerahan berubah menjadi perjuangan yang bersifat nasional. Para pemuda sadar bahwa perjuangan yang bersifat lokal adalah sia-sia. Mereka juga sadar bahwa hanya dengan persatuan dan kesatuan cita-citakemerdekaan dapat diraih.
Kongres Pemuda 1
Menerima dan mengakui cita – cita persatuanIndonesia, walaupun perumusannya masih samar – samar dan belum jelas.Oleh karena itu, antara PPPI, Pemuda Indonesia, Perhimpunan Indonesia, danPNI berencana untuk memfusikan organisasi mereka dengan alasan untuk
mewujudkan persatuan Indonesia dan persamaan cita – cita.Peleburan (fusi) dari organisasi pemuda itu ternyata semakin lama semakin diperlukan karena kaum pemuda sangat merasakan bahwa bentuk organisasi masih bersifat kedaerahan, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong
Ambon, Jong Bataks Bond, Sekar Rukun, Pemuda Kaum Betawi, Jong Islamieten Bond, Studerence Minahasa, dan pemuda kaum Theosofi. Hal ini jelas tampak adanya perbedaan pada waktu diselenggarakan Kongres pemuda I. Dalam pembicaraan ternyata kepentingan daerah masih sangat
menonjol. Masalah bahasa juga menunjukkan masalah yang tak mudah mendapatkan kesepakatan dalam kongres tersebut. Di samping itu juga masih tampak sifat mementingkan daerah misalnya tentang adat yang ada di daerah masing – masing. Untuk membentuk cita – cita bersama seperti rasa
persatuan dan kesatuan bangsa, maka hal – hal tersebut sangat menghambat. Untuk itulah, maka para peserta merasa tidak puas dan ingin melanjutkan Kongres Pemuda yang berikutnya.
Kongres Pemuda II
Ide penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan
Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia.Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
dilaksanakan oleh para pemuda yang berbeda suku, agama, ras, dan cara pandang politik. Pemuda Jawa diwakili Jong Java, pemuda Batak diwakili Jong Batak, pemuda Sulawesi diwakili Jong Celebes dan lain-lain. Dari pemuda Tionghoa, tercatat Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey
Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie. Dari sejarah Sumpah Pemuda ini, dapat kita ambil nilai-nilai persatuan
dan kesatuan bangsa dan membuktikan bahwa ternyata berbagai perbedaan dapat disatukan. Walaupun Sumpah Pemuda terjadi di zaman dahulu, tetapi ada nilai-nilai luhur yang masih bisa kita terima dan kita amalkan. Adapun nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Sumpah
Pemuda adalah sebagai berikut :
1) Cinta Bangsa dan Tanah Air
Sumpah Pemuda berisi ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu bahasa Indonesia. Inilah wujud dari rasa cinta bangsa dan tanah air (nasionalisme) yang dinyatakan para pemuda di tahun
1928. Cinta terhadap bangsa dan tanah air artinya kita setia dan bangga terhadap bangsa dan negara Indonesia.
2) Persatuan
Sumpah Pemuda dirumuskan dan diikrarkan oleh pemuda dari daerah, suku, agama, dan golongan yang berbeda. Perbedaan tidak menjadi penghalang bagi para pemuda untuk bersatu dalam satu
wadah, yakni satu bangsa Indonesia. Ikrar ini kemudian dilanjutkan dalam bentuk bersatu padu untuk berjuang melawan penjajah demi mendapatkan kemerdekaan.
3) Sikap Rela Berkorban
Rela berkorban artinya kesediaan dengan ikhlas untuk memberikan segala sesuatu yang dimilikinya, sekalipun menimbulkan penderitaan bagi dirinya sendiri. Rela berkorban untuk kepentingan banyak orang terlebih untuk kepentingan bangsa dan negara akan memperkuat persatuan dan kesatuan. Begitu juga yang dilakukan oleh para pemuda dalam peristiwa Sumpah Pemuda maupun dalam perjuangan merebut kemerdekaan, para pemuda dengan ikhlas berkorban untuk bangsa dan negara tanpa mengharapkan imbalan meski telah mengorbankan banyak tenaga dan pikiran demi kemerdekaan bangsa.
Sumber Direktorat guru dan tenaga kependidikan kementrian pendidikan dan kebudayaan 2019,Program peningkatan keprofesian melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran ( PKP)paket 4 bhineka tunggal Ika