Prambanan Temple
Borobudur Temple
Kamis, 29 Desember 2011
Jumat, 23 Desember 2011
Ini bermain peran siswa dalam pembelajaran PKn dengan materi kebijakan publik yang tidak mengakomodir kepentingan masyarakat sehingga menimbulkan dampak ke masyarakat.Ini murni hasil karya anak tampa campur tangan guru jadi terjadi kesalahan mohon maaf hal ini dianggap lucu-lucuan saja...Metode pembelajaran ini hanya ingin tahu sejauh mana siswa memahami materi setelah pentas maka guru akan memjelaskan kebaikan dan kekurangan yang berhubungan dengan materi...ok..salam juga buat alumni P4TK PKn 2011
Senin, 19 Desember 2011
Kisah sang mendua
Harum ilalang pagi menebus sukma sang mendua,entah apa yang diduakan ,sekian waktu berjalan dengan mendua bisanya ia lakukan dengan iklas dan menerimanya menjadi bagian hidup yang akan menjadi misteri hatinya..
Yang mendua inilah kisah yang membuat segalanya bagai coret marut yang tak berujung,,.Bukan dalam raga yang nampak dilihat orang tapi dalam jiwa .
Mendua dalam jiwa maka akan membuat sang mendua dan pendua didera rindu yang bertepi,didera kesepian yang mengigit .
Bisakah sang mendua bertahan ...tidak...karena sesungguhNya manusia bukan nabi.....
.Tapi karena kesalahan manusialah yang merasa indah karena mendua ...
Dan bagaimana ceritera mendua ini harus diakhiri
ternyata tak semudah membalik telapak tangan.....sang mendua dan pendua jatuh bangun ,penuh debat untuk mengakhiri jalan salah yang dilalui .
Tapi sayang jiwa mereka terlanjur menyatu dalam suka dan duka.Walaupun dipisah beribu mil jauhnya jiwa mereka tak bisa dipisahkan.....
Sang mendua selalu sendiri dalam binarnya lampu kehidupan
,dan dalam ramai sibuknya waktu berdenting mereka merasa galau.....
Akhirnya sang mendua mencari jalan kepada sang pemilik jiwa yang abadi...bersujud pada sajadah panjang yang basah karena air mata ,menyebut namaNya disetiap helaan nafas karena hanya Dialah pemilik yang sejati...
Dan dalam keheningan malam sang mendua merasa semua ini tak ada yang sia-sia ....
Yang mendua inilah kisah yang membuat segalanya bagai coret marut yang tak berujung,,.Bukan dalam raga yang nampak dilihat orang tapi dalam jiwa .
Mendua dalam jiwa maka akan membuat sang mendua dan pendua didera rindu yang bertepi,didera kesepian yang mengigit .
Bisakah sang mendua bertahan ...tidak...karena sesungguhNya manusia bukan nabi.....
.Tapi karena kesalahan manusialah yang merasa indah karena mendua ...
Dan bagaimana ceritera mendua ini harus diakhiri
ternyata tak semudah membalik telapak tangan.....sang mendua dan pendua jatuh bangun ,penuh debat untuk mengakhiri jalan salah yang dilalui .
Tapi sayang jiwa mereka terlanjur menyatu dalam suka dan duka.Walaupun dipisah beribu mil jauhnya jiwa mereka tak bisa dipisahkan.....
Sang mendua selalu sendiri dalam binarnya lampu kehidupan
,dan dalam ramai sibuknya waktu berdenting mereka merasa galau.....
Akhirnya sang mendua mencari jalan kepada sang pemilik jiwa yang abadi...bersujud pada sajadah panjang yang basah karena air mata ,menyebut namaNya disetiap helaan nafas karena hanya Dialah pemilik yang sejati...
Dan dalam keheningan malam sang mendua merasa semua ini tak ada yang sia-sia ....
Langganan:
Postingan (Atom)