Kebencian itu datang perlahan....dan sangat mendalam
walaupun nampak kau menari nari didepan semua orang
tapi kau lupa satu kerlingan mata jahatmu tertangkap
tertancap bahkan mengoyok segalanya.....
bertahan pada ranting rapuh
entah kapan luruh bersama dahan
setiap malam adalah hitungan
tentang sedih dan luka yang tak perna sembuh.
Merindukan yang berlalu adalah sia-sia
memagang janji yang ada adalah fatamorgana
bertahan pada arus yang besar adalah pilihan
dan menunggu dimana ini berhenti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar