Uhhh...Matanya merah sangar..badannya
tegap penuh kemarahan mengajakku se sudut ruangan mencengkram tanganku kuat,
menarik tubuhku lalu melerainya memutar dan kembali menarik, nafasku
terengah-engah bahkan hampir habis tak bisa lagi ada kata-kata tolong mulutku seperti kram. Bagaimana aku
bisa membebaskan diri dari tatapan mata sangar dan cengkraman kokoh
lengannya yang besar..aku seperti berada dalam lorong yang penuh gelap
tak satupun yang bisa kulakukan..akhirnya tubuhku lemah..dan pasrah menerima
takdirku....samar-samar kudengar teriakanya mana kertasku
kembalikan...kembalikan...kembalikan suara menggema diseluruh dinding lorong
...apa yang harus kukembalikan...kertas apa...sempat kurasakan
cengkramannya mulai melemah aku harus membebaskan diri,.harus.,dalam gelap dan
takut ku melihat setitik terang nan jauh diujung lorong dan dalam sekejappun
aku bejuang melepaskan cengkraman yang lemah dan lari sekencang mungkin dengan
nafas yang masih terengah,.masih kudengar suaranya memelas kembalilah kutak
bisa jauh dari kertasku...tapi aku terus berlari meninggalkannya
dan..satu ,dua oh aku makin dekat dengan cahaya itu..dan tiba-tiba aku melihat
langit-langit kamarku..guling dan ooooo...aku sedang berada dalam
kamarku....Astagafirullahhaladzim...AllahhuAkbar...SubbahannAlah...ternyata
hanya mimpi.......Ya Allah aku tak pandai meramal mimpi...kata orang mimpi
bunga tidur tapi jika mimpi seperti ini....huuuffff buatku gelisah....seperti
nonton hororr...Ya Allah Engkaulah penenang sejati hatiku....kembali ku berzikir ya Allah Engkaulah pelindungKu ...Engkau Maha diatas segala Maha....jagalah diriku dan keluargaku ...amin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar